Restoasi Pendidikan Karakter Anak Didik

                                                                                    

Restorasi atau pemulihan, penyegaran karakter anak didik harus getol dikampeyakan untuk memasuki tahun ajaran 2021. Semangat memulihkan karakter anak didik yang sudah sekian bulan mendekam di dalam dunia maya, termasuk PJJ. PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) secara daring telah membentuk pola pikir anak didik untuk semakin bersahabat dengan dunia teknologi. Persahabatan anak didik dengan dunia teknologi telah berakar kuat dalam karakternya. Tentu, anak didik sudah familiar, tak asing lagi dengan dunia teknologi. Sekalipun anak didik yang di daerah terluar dan terbelakang ikut menyelam bersama pendidikan via daring. 

 

Menyibak, mengupas, menjawab pertanyaan ini tentu membutuhkan pendekatan humanis melalui sentuhan tenaga pendidik untuk gencar mengkampanyekan atau mengubah pola pikir anak didik untuk kembali ke sistem pendidikan tatap muka. Kembalinya pendidikan secara tatap muka (offline) akan terbentur dengan pola baru yang selama ini siswa jalani melalui daring. Rasa nyaman, mudah mengakses materi, keefektifan dalam mencari berbagi literatur ilmu pengetahun akan menjadi tantangan terbesar bagi tenaga pendidik. Tentu kondisi ini akan menghadirkan iklim, suhu panas antara siswa dan tenaga pendidik. Terutama sistem pendidikan tatap muka yang terkesan membosankan siswa.

Pendidikan yang sesuai minat dan bakat akan memberikan peluang bagi siswa dalam mengeksplor dirinya tanpa batas dalam mencari ilmu pengetahuan.  Karena sesuatu yang dipelajari berdasarkan minat, hobi akan berpotensi pada karakter siswa dalam mengejar tujuan hidupnya. Karakter itu terbentuk dari kesenangan, minat dan bakat dari seseorang, khususnya siswa. Transformasi pendidikan sesuai minat dan bakat harus didukung oleh semua elemen. Tujuannya agar perkembangan karakter anak didik semakin kokoh dan kuat dalam apa yang diyakini benar demi mengejar tujuan hidupnya. Tentu, hal ini tidak mengindikasikan bahwa semua mata pelajaran yang selama ini ada dalam kurikulum pendidikan anak didik harus dihilangkan. Melainkan, pendidikan minat dan bakat harus memiliki porsi terbesar dari semua mata pelajaran yang sudah paten dalam Sistem Pendidikan Nasional. Akhirnya, ini hanya sebatas usulan dari penulis demi kemajuan pendidikan peserta didik ke depan. Terutama perkembangan karakternya dalam mengejar tujuan hidupnya.

Komentar